Komunitas ultimate frisbee di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang, dan Türkiye menawarkan contoh inspiratif tentang bagaimana mengembangkan olahraga ini. Baru-baru ini, seorang pemain dari Türkiye bernama Alp bergabung dengan komunitas Bali, membawa pengalaman dan wawasan berharga tentang perjalanan perkembangan ultimate frisbee di Türkiye dan bagaimana pendekatan serupa dapat diterapkan di Indonesia.
Ketika saya bertanya kepada Alp tentang komunitas ultimate frisbee di Türkiye, ia bercerita bahwa mereka mengadakan sekitar delapan turnamen per tahun. Di Indonesia, saat ini kita hanya memiliki satu turnamen besar untuk klub, yaitu Nusantara Cup di Bali, sebuah kompetisi dua hari yang sudah berlangsung selama lebih dari 20 tahun setiap akhir pekan Paskah dan menarik tim dari berbagai negara. Selain itu, klub di Indonesia memiliki sedikit kesempatan untuk bertanding. Turnamen “Hat” lokal seperti Bali Hat, Ubud Hat, dan Jakarta Hat memang menyediakan peluang tambahan untuk bermain, namun tidak menawarkan struktur kompetitif seperti liga.
Jadi, bagaimana Türkiye bisa mencapai titik di mana turnamen lokal sudah menjadi hal yang biasa?
Model Türkiye: Dimulai dari Universitas
Perjalanan Türkiye dimulai sekitar 14 tahun lalu ketika seorang dosen memperkenalkan ultimate frisbee kepada mahasiswa. Tim pertama ini menginspirasi universitas lain untuk membentuk tim mereka sendiri, sehingga jaringan klub universitas yang kompetitif pun terbentuk. Seorang dosen lain yang juga pemain frisbee dari luar negeri kemudian bergabung dengan universitas di kota berbeda dan membantu menyebarkan olahraga ini di wilayah itu, memperluas komunitas ultimate frisbee di Türkiye.
Mengapa Universitas adalah Tempat Ideal untuk Membangun Komunitas Ultimate Frisbee
Universitas memiliki peran penting dalam membangun komunitas ultimate frisbee. Dengan adanya klub dan organisasi mahasiswa yang terstruktur, universitas menawarkan dukungan berkelanjutan di mana mahasiswa baru dapat mengambil peran kepemimpinan setiap tahun. Peran mahasiswa seperti presiden klub, pelatih, kapten, dan sekretaris sosial memastikan kelangsungan tim, di mana tanggung jawab diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya.
Karakteristik ultimate frisbee yang memungkinkan permainan campuran pria dan wanita serta sifatnya yang tanpa kontak membuatnya sangat cocok untuk lingkungan universitas, di mana inklusivitas dan keberagaman sangat dihargai. Sifat olahraga yang campuran ini mendorong pria dan wanita untuk bermain bersama, menghilangkan batasan dan menciptakan ruang yang menyenangkan dan kolaboratif. Inklusivitas ini menarik mahasiswa dari berbagai latar belakang dan tingkat keterampilan, membangun komunitas yang lebih kuat dan beragam.
Selain itu, prinsip Spirit of the Game dari ultimate frisbee sejalan dengan nilai-nilai budaya universitas. Dalam permainan tanpa wasit, pemain mengembangkan keterampilan komunikasi, kejujuran, dan rasa hormat, belajar untuk menyelesaikan konflik dan menjunjung tinggi keadilan. Hal ini tidak hanya meningkatkan sportivitas mahasiswa tetapi juga mempersiapkan mereka untuk bekerja secara efektif dalam tim, menjadikan ultimate frisbee bagian berharga dari pengalaman universitas, melampaui sekadar kebugaran fisik.
Klub frisbee universitas juga melibatkan lebih banyak orang, termasuk mereka yang tidak bermain, seperti pendukung, penyelenggara acara, editor video, dan fotografer. Peran-peran ini memperkaya komunitas dan menciptakan rasa kebersamaan, mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam klub meskipun mereka tidak bermain.
Tantangan di Indonesia: Komunitas yang Tidak Tetap
Komunitas ultimate frisbee di Indonesia memang penuh semangat, namun menghadapi tantangan yang unik. Banyak pemain, pelatih, dan penggemar yang hanya tinggal sementara di Indonesia, sehingga sulit untuk membentuk klub yang tahan lama. Tanpa kelompok pemain yang tetap, sulit untuk mempertahankan tim klub dalam jangka panjang.
Universitas, di sisi lain, memiliki potensi untuk menciptakan stabilitas. Dengan memperkenalkan ultimate frisbee ke dalam program universitas, mahasiswa dapat merasakan olahraga ini sebagai bagian dari kehidupan kampus mereka, dengan peran seperti presiden klub, pelatih, dan sekretaris sosial yang menciptakan struktur formal yang diperbarui setiap tahun dengan adanya mahasiswa baru.
Langkah ke Depan: Membangun Fondasi Ultimate Frisbee di Indonesia
Untuk mengembangkan ultimate frisbee di Indonesia, kita bisa mengambil langkah-langkah serupa dengan pendekatan Türkiye:
1. Kerjasama dengan universitas: Memperkenalkan ultimate frisbee ke dalam program olahraga universitas dapat membantu membentuk tim dan kompetisi yang berdedikasi di kampus-kampus.
2. Mendorong turnamen antar universitas: Dengan menciptakan kompetisi di antara universitas, para pemain bisa mendapatkan pengalaman berharga dan olahraga ini bisa semakin dikenal.
3. Mengembangkan pemimpin mahasiswa: Melatih mahasiswa untuk mengambil peran sebagai pelatih, kapten, dan penyelenggara acara akan memastikan bahwa tim tetap aktif meski anggotanya lulus.
4. Libatkan komunitas yang lebih luas: Dorong non-pemain untuk berpartisipasi sebagai pendukung, pembuat konten media, dan staf acara untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif.
5. Promosikan ultimate frisbee sebagai bagian dari budaya universitas: Ketika ultimate frisbee menjadi bagian dari pengalaman universitas, mahasiswa akan membawa semangat ini setelah lulus dan membentuk klub serta liga sendiri.
Dengan mengikuti panduan ini, Indonesia dapat menciptakan ekosistem ultimate frisbee yang berkelanjutan. Perjalanan ini mungkin memakan waktu, tetapi dengan komitmen dan kerjasama, kita bisa membangun komunitas ultimate frisbee yang berkembang pesat seperti yang terjadi di Türkiye.
Impian untuk membentuk liga ultimate frisbee Indonesia ada di depan mata—saatnya kita wujudkan bersama!
