Pada 5-6 Oktober 2024, di kota Bangkok, Thailand, 16 tim ultimate frisbee dari seluruh Asia berkumpul untuk berkompetisi di Mekong Cup, sebuah turnamen internasional yang didedikasikan untuk mengembangkan tim-tim baru di kawasan tersebut. Tim-tim dari Singapura, Korea, Kamboja, Tiongkok, India, dan Thailand sebagai tuan rumah, berpartisipasi dalam pertandingan yang ramah namun penuh persaingan, bertujuan bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk memperkuat persaudaraan dan berkembang bersama. Indonesia bangga mengirimkan dua tim untuk mewakili negara: Nusa Squad dan Naga Ramah. Meskipun mereka tidak saling bertemu di lapangan, kedua tim menunjukkan performa terbaik mereka, dengan Nusa Squad berhasil membawa pulang trofi pertamanya – penghargaan bergengsi “Best Spirit”.
Apa Itu “Spirit of the Game”?
Dalam ultimate frisbee, “Spirit of the Game” (SOTG) adalah prinsip dasar yang melampaui kemampuan atletik. Prinsip ini menekankan permainan yang adil, saling menghormati, dan sikap positif, bahkan di tengah persaingan yang ketat. Tidak seperti olahraga lainnya, ultimate frisbee tidak memiliki wasit, yang berarti para pemain bertanggung jawab untuk membuat panggilan sendiri dan menyelesaikan perselisihan di lapangan. Spirit of the Game mendorong para pemain untuk mengutamakan sportivitas di atas kemenangan, membangun budaya integritas dan rasa hormat. Filosofi inilah yang membuat ultimate frisbee unik, dan penghargaan Best Spirit dianggap sama berharganya dengan gelar juara.
Kemenangan Spirit Nusa Squad
Dari 16 tim yang bertanding di Mekong Cup, Nusa Squad meraih skor rata-rata spirit tertinggi sebesar 11,57, sebuah pencapaian yang luar biasa dalam sistem penilaian Spirit turnamen ini. Sistem ini, yang akan dijelaskan lebih lanjut di bawah, melibatkan tim-tim untuk menilai lawan mereka setelah setiap pertandingan berdasarkan lima kategori utama, dengan skor biasanya berkisar antara 8 hingga 13 poin.

Nusa Squad dengan trofi Best Spirit dan medali mereka
Mengomentari pengalaman mereka melawan Nusa Squad, Spirit Captain dari Junk, sebuah tim dari Hong Kong, menyatakan, “Itu benar-benar pertandingan yang penuh semangat! Kami sangat menghargai check-in di tengah waktu dan komunikasi antar pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan. Terima kasih atas energi positifnya.” Umpan balik ini menunjukkan kualitas yang membedakan Nusa Squad: komitmen untuk komunikasi yang saling menghormati, penekanan pada permainan yang adil, dan sikap positif yang tak tergoyahkan.
Kemenangan ini menjadi penghargaan Best Spirit kedua bagi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, setelah UB7 meraih penghargaan tersebut di Asia Oceanic Ultimate & Guts Championship (AOUGC) di Manila, Filipina, pada tahun 2023. Empat pemain – Johan Honga dari Jakarta serta Risa Widyastiti, I Wayan Naja, dan Merlin Entamoing dari Bali – turut bermain untuk UB7 dan Nusa Squad, menunjukkan dedikasi mereka yang konsisten dalam menjunjung tinggi Spirit of the Game dan memberikan teladan bagi tim-tim di seluruh kawasan.
Risa adalah Spirit Captain dari Nusa Squad. Dia berkata, “Kent adalah Spirit Captain untuk UB7 di AOUGC, dan dia sangat bangga ketika kami memenangkan penghargaan spirit. Dia terus memamerkan trofi itu ke semua orang. Jadi, sebenarnya semua hal yang membuat saya menjadi Spirit Captain yang baik, saya dapatkan dari Kent.”

UB7, tim dari Bali yang dibentuk pada tahun 2017, meraih penghargaan Best Spirit di AOUGC 2023 dengan Kent Babin memegang Trofi Best Spirit.
Sistem Penilaian Spirit: Bagaimana Tim Memberikan Nilai
Sistem Penilaian Spirit dalam ultimate frisbee meminta setiap tim untuk bersama-sama mengevaluasi lawan mereka setelah setiap pertandingan. Tim-tim menilai lawan mereka dalam lima kategori, masing-masing diberi skor maksimal empat poin, dengan skor total maksimum 20. Berikut adalah penjelasan singkat dari setiap kategori:
1. Pengetahuan dan Penggunaan Aturan – Tim dinilai berdasarkan pemahaman dan penghormatan mereka terhadap aturan. Ini termasuk menghindari interpretasi aturan yang salah dengan sengaja, mematuhi batas waktu, dan menunjukkan keinginan untuk belajar saat tidak yakin.
2. Pelanggaran dan Kontak Tubuh – Kategori ini mengevaluasi kemampuan pemain untuk menghindari kontak fisik yang tidak perlu dan permainan berbahaya, yang memastikan keselamatan dan rasa hormat antar pemain.
3. Keadilan – Tim mendapatkan poin atas perilaku yang menunjukkan keadilan, seperti meminta maaf ketika diperlukan, tidak melakukan panggilan kecil yang tidak perlu, dan lebih berfokus pada semangat aturan daripada teknisnya.
4. Sikap Positif dan Pengendalian Diri – Kategori ini menghargai pemain yang tetap sopan dan positif, terlepas dari skor pertandingan. Ini mencerminkan komitmen terhadap sportivitas dan sikap saling menghormati sepanjang pertandingan.
5. Komunikasi – Tim dinilai berdasarkan komunikasi yang saling menghormati dan efektif, termasuk mendengarkan lawan dengan baik, menjaga diskusi dalam batas waktu yang tepat, dan membina pertukaran ide yang konstruktif.
Skor biasanya berkisar antara 8 hingga 13 poin, dengan “10” dianggap sebagai skor rata-rata. Rata-rata skor Nusa Squad sebesar 11,57 menggambarkan semangat luar biasa mereka, memperlihatkan nilai-nilai dalam ultimate frisbee.

Naga Ramah secara keliru dianugerahi penghargaan Best Spirit pada upacara penghargaan di Mekong. Hal ini terjadi karena tim baru, Skyrunners, tidak memahami cara penilaian SOTG dan memberikan skor 20 poin kepada semua tim yang mereka hadapi, bukannya 10. Naga Ramah bermain melawan Skyrunners dua kali. Dengan semangat sportivitas yang tinggi, Naga Ramah menyerahkan trofi dan medali mereka kepada Nusa Squad setelah pertandingan persahabatan ketika kedua tim telah kembali di Bali.
Kemenangan untuk Komunitas Ultimate Indonesia
Pencapaian Nusa Squad di Mekong Cup menandai pencapaian besar bagi komunitas ultimate frisbee Indonesia. Memenangkan penghargaan Best Spirit menunjukkan dedikasi tim terhadap nilai-nilai yang membuat ultimate frisbee istimewa – rasa hormat, integritas, dan persatuan. Bagi Johan, Risa, I Wayan, Merlin, dan seluruh tim Nusa Squad, trofi ini bukan sekadar kemenangan; ini adalah bukti komitmen mereka yang kuat terhadap Spirit of the Game, menginspirasi tim-tim lain untuk menjunjung nilai-nilai ini di setiap kompetisi.
Dengan membawa pulang trofi pertama mereka, Nusa Squad telah menetapkan standar baru untuk pertandingan internasional. Keberhasilan mereka menjadi pengingat bahwa ultimate frisbee bukan hanya tentang kemampuan atletik, tetapi juga perayaan karakter dan sportivitas, kualitas yang menggaung di seluruh komunitas ultimate yang berkembang di Asia.
